Minggu, 24 Juli 2011

dempkrat

Jakarta - Di tengah derasnya arus perang pernyataan antara Nazaruddin dengan para petinggi Partai Demokrat (PD), pekan lalu menyeruak keluh kesah Ketua Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD), Letjen Purn Soerjadi. Katanya, seorang diplomat asing membujuknya untuk mencalonkan Sri Mulyani Indrawati sebagai presiden pada Pilpres 2014.

Perselisihan di antara para petinggi PD yang disebabkan tuduhan-tuduhan Nazaruddin, juga menyingkap fakta yang selama ini ditutupi: bahwa di lingkungan internal PD pernah secara sungguh-sungguh mempersiapkan pencalonan Kristiani Herawati, yang tidak lain adalah istri Presiden SBY, dalam Pilres 2014. TB Silalahi mengungkapkan hal ini kepada detik+.

Apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan? Tidak jelas. Yang pasti, keluh kesah Soerjadi dan pengakuan TB Silalahi, menjadi pertanda bahwa pemanasan politik menuju Pilres 2014 akan diwarnai oleh nama Sri Mulyani Indrawati, yang biasa dipanggil Mbak Ani, dan Kristiani Herawati, yang biasa dipanggil Bu Ani. Pertarungan Ani vs Ani dimulai.

Betul bahwa dalam berbagai kesempatan Presiden SBY menegaskan, istrinya tidak akan running for RI 1 pada Pemilu 2014. Namun siapa yang bisa memastikan apa yang terjadi pada 2014 nanti. Selang waktu tiga tahun ke depan masih banyak perubahan. Lagi pula jika kader-kader PD menghendaki Ani Yudhoyono menjadi calon presiden, siapa yang bisa menolak?

Ruhut Sitompul, sempat dituduh sebagai pembocor sekaligus orang dalam yang sengaja membusukkan pecapresan Ani Yudhoyono. Namun saat dikonfirmasi detik+ di sela-sela acara Rakornas PD di Sentul, Bogor, ia samasekali tidak memahami tuduhan tersebut. Sebab, soal peluang Bu Ani menjadi presiden, bukanlah hal yang rahasia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar